Langsung ke konten utama

Cara Menulis Berita (News Story)

Cara Menulis Berita (News Story)

Hola bertemu kembali di pada artikel ini penulis akan menjelaskan "Cara Menulis Berita (News Story)" secara jelas, ayo simak sedetilnya ...

Cara Menulis Berita (News Story) Panduan untuk Pemula.

SAYA telah berkali-kali menulis biaya siluman cara menulis berita bertemu dengan kaidah dan teknik jurnalistik. Kali ini abdi lagi berbagi biaya siluman menulis berita yang apik berdasarkan sebentuk video di Youtube berjudul Creating a News Report berikut ini:



Pengertian Berita

Berita merupakan laporan peristiwa. Berita menjelaskan sebentuk insiden nyata. Berita menyajikan banyak informasi, tetapi tidak menggunakan banyak kata-kata alias ringkas.

Berita merupakan produk utama jurnalistik. Menulis berita merupakan ilmu dasar (basic skills) yang hendaklah dimiliki jurnalis dan pegiat humas.

Menulis berita tidak bisa seenaknya, teu bisa sakadaek alias kumaha aing, tapi kudu mengikuti kaidah penulisan berita sebagaimana tertuang dalam ilmu jurnalistik yang disusun para ahli, akademisi, praktisi, agar berita enak dibaca dan mudah dipahami.

Berita hakikatnya merupakan komunikasi, yakni penyampaian pesan. Pesan kudu disampaikan secara ampuh dan efisien.

Karakteristik Berita

  • Faktual & Informational -- Disusun berdasarkan fakta, insiden yang benar-benar terjadi (faktual), dan bertujuan memberikan informasi.
  • Short Paragraph -- Ditulis dengan menggunakan paragraf pendek alias 1-2 kalimat per paragraf.
  • Plain Languange -- Berita menggunakan bahasa umum, jelas, lugas, sederhana, mudah dimengerti pembaca dengan beraneka macam latar belakang pendidikan dan tingkat intelektualitas.
  • 5W+1H -- Berita diawali dengan dengan unsur 5W+1H di paragraf pertama dan kedua.
  • Kutipan -- Berita memasukkan fragmen langsung alias tidak langsung dari narasumber yang jadi bagian  alias bukti insiden yang dilaporkan. Fungsi fragmen sebagai penegas alias penguat bahan dalam berita.
PENTING!

Gunakan rumus ini sebagai kaki penulisan berita:

WHO WHAT WHEN WHERE WHY HOW

(SIAPA melancarkan APA, KAPAN, DI MANA, KENAPA, dan BAGAIMANA)


Struktur Naskah Berita

1. Headline - Judul Berita. Bagaian teratas naskah berita yang atraktif perhatian pembaca. Minimal terdiri dari Subjek dan Predikat, misalnya: Umat Islam Gelar Aksi Bela Islam

2. Gambar -- Foto insiden alias ilustrasi yang penting alias berkaitan dengan insiden yang diberitakan.

3. By Line -- Penulis berita alias nama wartawan. Bisa juga diletakkan di akhir naskah berita.

4. Placeline -- Tempat menulis berita alias area kejadian. Disebut juga Dateline, yakni tanggal berita dibuat alias insiden terjadi.

5. Lead - Teras alias paragraf pertama yang berisi bahan pertama sebagaimana digambarkan dalam judul. Lead merupakan bagian pertama dalam berita.

Menulis Lead Paragraph kudu memasukkan minimum unsur 4W:

  • Who = Siapa yang terlibat dalam insiden --pelaku, korban, saksi, panitia, pembicara, audiens, dll.
  • What = Apa yang terjadi, insiden apa.
  • Where = Di mana kejadiannya, area peristiwa
  • When = Kapan kejadiannya, waktu, minimum hari dan tanggal.

Urutan penempatannya 4W biasanya dimulai dengan WHO, diikuti WHAT lalu WHEN dan WHERE. Bisa juga dimulai dengan WHEN, justru WHY alias unsur asing dalam rumus berita 5W+1H.

6. Body - Isi berita alias penjabaran insiden yang diringkas dalam kepala karangan dan lead. Biasanya berisi unsur WHY dan HOW, yakni penjelasan alias pernik peristiwa.

7. Kutipan -- yaitu fragmen narasumber, apik fragmen langsung maupun tidak langsung.

Di bagiann akhir naskah berita dapat ditambahkan informasi asing yang memperjelas alias menambah informasi terkait bagi pembaca (background information).

LATIHAN

WHO = Umat Islam

WHAT = Aksi Bela Islam

WHEN = Jumat 2 Desember 2016

WHERE = Monas, Jakarta

WHY = Menuntut penahanan penista Islam

HOW = Orasi, Shalat Jumat, Dzikir, Doa

Jutaan Umat Islam Gelar Aksi Bela Islam

RT Media, Jakarta -- Umat Islam menggelar Aksi Bela Islam, Jumat 2 Desember 2016, di kawasan Monas Jakarta, guna menuntut penahanan penista Islam.

Aksi diikuti jutaan anak Adam Islam dari beraneka macam daerah di Indonesia. Massa berdatangan ke Jakarta sejak Kamis dengan menggunakan bus, andong api, pesawat, otomobil pribadi, justru berangkat kaki. 

Baca Juga:

Demikian cara menulis berita, standar, untuk pemula. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Begitulah pembahasan "Cara Menulis Berita (News Story)" terimakasih atas kunjungannya

postingan ini ke dalam kategori

postingan ini bersumber dari berbagai artikel yang ada di google searcing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Custom Domain: Cara Membuat Blog dengan Nama Domain Sendiri di Blogger Tanpa Blogspot

Cara melaksanakan blog dengan cap lingkungan seorang diri di Blogger, minus ada tambahan asma domain blogspot di belakangnya, dikenal dengan sebutan  Custom Domain .   Misalnya, cap blog asli di Blogger itu romeo .blogspot.com . Nah, kita bisa membarui alamat blog yang panjang itu menjadi  romeo.com , bagaikan blog yang sedang Anda kunjungi ini! Dengan nama domain sendiri, blog kita jadi bertambah kredibel, tampak profesional, gak ketahuan gratisnya, lebih singkat dengan mudah ditulis dengan diucapkan, dan akhirnya akan kian SEO Friendly, sehingga lebih banyak pengunjungnya!   Banyak lho situs dewan dan  situs berita  sebenarnya blog Blogger, hosting di Blogger, namun "tidak ketahuan" karena di- custom domain  atau memakai nama daerah sendiri.   Bagaimana caranya? Di kaki (gunung) ini tutorialnya. Cara Membuat Blog dengan Nama Domain Sendiri Berikut ini Cara Membuat Blog dengan Nama Domain Sendiri di Blogger Tanpa Blogspot. Langkah pertama, buat dahulu...

Watchdog Journalism Dipraktikkan Pers Bawah Tanah (Underground Press)

Halo bertemu lagi di pada pertemuan ini penulis akan melakukan pembahasan " Watchdog Journalism Dipraktikkan Pers Bawah Tanah (Underground Press) " secara tuntas, ayo simak selengkapnya ... Watchdog Journalism Dipraktikkan Pers Bawah Tanah (Underground Press) atas Media Mainstream Dikendalikan Rezim. Word cloud for Watchdog journalism by Fotolia WATCHDOG Journalism (Jurnalisme Pengawas, Jurnalisme Penjaga) adalah aktivitas kewartawanan atau pemberitaan sebagai aplikasi guna "pengawasan sosial" ( social control ) dalam Fungsi Pers bertimbal dengan UU No. 40/1999. Berdasarkan Pasal 33 UU. No. 40 tahun 1999 tentang Pers, guna pers adalah sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dengan kekuasaan sosial, beserta menjadi badan ekonomi (bisnis). Dalam guna Kontrol Sosial terkandung amanat demokratis. Di dalamnya terdapat unsur-unsur:  Social Participation  (keikutsertaan rakyat dalam pemerintahan), Social Responsibility  (pertanggungjawaban pemerintah terhad...